News Detail

Menyalakan Semangat Baru: Guru Hebat, Sekolah Hebat

Menyalakan Semangat Baru: Guru Hebat, Sekolah Hebat

  • September 08, 2026

Semangat awal tahun ajaran baru terasa begitu kuat di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada 8 Juli 2026. Sebanyak 110 guru dan karyawan dari seluruh jenjang Mutiara Persada mulai dari Playgroup, TK, SD, SMP, hingga SMA berkumpul dalam Rapat Kerja (Raker) Yayasan Pendidikan Mutiara Persada. Bukan sekadar agenda rutin tahunan, Raker kali ini menjadi ruang refleksi sekaligus penyulut motivasi bagi seluruh pendidik untuk melangkah lebih baik.

Mengusung tema "Excellent Teachers Build Excellent Schools", kegiatan ini menghadirkan dua narasumber istimewa: Drs. Herry Zudianto, M.M., Dewan Pakar Yayasan Pendidikan Mutiara Persada, dan Dr. Wahyudi, Kepala Urusan Kerja Sama UPY. Sesi visioning ini mengajak seluruh peserta duduk bersama, mendengarkan, dan merenungkan kembali makna menjadi guru di tengah dunia yang terus berubah.

Yang membuat sesi ini istimewa adalah pesan-pesan tajam namun menyentuh dari Pak Herry Zudianto. Beliau mengingatkan pentingnya menghargai proses dan mensyukuri hasil, serta mengacu pada kode etik dalam berkarya: bertakwa, jujur, menjaga keharmonisan, saling menghormati, berpikir positif, dan terus belajar untuk hasil yang lebih baik. Ada pula filosofi Jawa yang sederhana namun dalam maknanya, "ngeli ning ora keli" mengalir mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri, sebagai bekal resiliensi guru masa kini.

Di tengah gempuran teknologi dan kecerdasan buatan yang kian mewarnai dunia pendidikan, Pak Herry menegaskan bahwa guru memiliki kekuatan yang tak tergantikan mesin: karisma, kreativitas, keteladanan, dan kebijaksanaan. Satu kalimat beliau begitu membekas di hati peserta, "Materi pelajaran mungkin akan dilupakan siswa, tapi cara guru mengajarkannya akan selalu diingat." Beliau pun menutup dengan pertanyaan reflektif yang menggugah: di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, akankah guru menjadi korban perubahan, atau justru menjadi agen perubahan itu sendiri?


Melengkapi sesi tersebut, Dr. Wahyudi mengajak seluruh guru untuk terus berproses dan mengembangkan diri demi menciptakan pembelajaran serta lingkungan pendidikan terbaik bagi siswa. Sinergi antara semangat filosofis dari Pak Herry dan dorongan praktis dari Dr. Wahyudi menjadikan Raker ini bukan sekadar forum evaluasi, melainkan momentum kebangkitan semangat mengajar.

Dari ruang auditorium yang penuh itu, tersirat satu benang merah: kualitas sekolah dimulai dari kualitas gurunya. Raker Yayasan Pendidikan Mutiara Persada 2026 menjadi pengingat bahwa di balik setiap sekolah unggul, selalu ada guru-guru yang terus mau belajar, beradaptasi, dan memberi teladan. Dengan semangat itu, seluruh keluarga besar Mutiara Persada melangkah memasuki tahun ajaran baru dengan hati yang lebih siap dan visi yang lebih jernih—menjadi bukan sekadar penonton perubahan, melainkan pelaku yang membawa perubahan itu sendiri.