News Detail

Simulasi Sidang PBB: Siswa SMA Mutiara Persada Tunjukkan Semangat Demokrasi

Simulasi Sidang PBB: Siswa SMA Mutiara Persada Tunjukkan Semangat Demokrasi

  • October 14, 2024

Sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Suara Demokrasi," SMA Mutiara Persada menggelar simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk siswa kelas 10 dan 11. Kegiatan ini diadakan selama satu minggu pada 14 - 18 Oktober 2024 dan merupakan upaya sekolah dalam menumbuhkan semangat demokrasi sekaligus memperkuat sikap kritis dan kerja sama antar siswa.


Simulasi sidang PBB, atau Model United Nations (MUN), adalah kegiatan di mana siswa berperan sebagai diplomat yang mewakili negara-negara anggota PBB. Pada simulasi ini, siswa berperan sebagai delegasi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu global seperti isu penerimaan pengungsi yang berkaitan hak asasi manusia, dan masalah ketahanan pangan akibat perubahan iklim dalam situasi yang formal dan terstruktur.


Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengasah keterampilan mendengarkan serta menyuarakan pendapat, dan mengembangkan kemampuan bekerjasama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran kebhinekaan global, dimana setiap siswa ditantang untuk menempatkan diri sebagai perwakilan dari negara yang berbeda.


Serunya Kegiatan Simulasi Sidang PBB

Hari Pertama: Riset Negara 

Di hari pertama, siswa fokus melakukan riset tentang negara yang akan mereka wakili. Mereka mempelajari kondisi politik, ekonomi, kebijakan luar negeri, dan posisi negara tersebut terhadap isu-isu internasional. Riset ini penting agar mereka siap menjalani peran sebagai delegasi.


Hari Kedua: Workshop Diplomasi & Pidato Persuasif 

Hari kedua diisi dengan workshop seru! Pertama, ada sesi tentang public speaking dan cara menempatkan diri di forum internasional, yang dipandu langsung oleh Aland Arya Guna, seorang LPDP Awardee dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang memiliki segudang pengalaman berpartisipasi dalam forum-forum internasional, salah satunya yaitu pernah berpartisipasi sebagai pendamping diplomat di G20 Indonesia Presidency 2022. Selain workshop pertama, siswa juga mendalami cara menyusun pidato persuasif yang akan membantu mereka menyampaikan argumen dengan kuat dan efektif.


Hari Ketiga: Pembukaan Simulasi Sidang 

Di hari ketiga, sidang simulasi PBB resmi dibuka. Siswa sudah sepenuhnya berperan sebagai delegasi negara masing-masing dan mulai aktif di dua forum. Forum pertama membahas isu pengungsi terkait hak asasi manusia, dan forum kedua mendiskusikan masalah ketahanan pangan akibat perubahan iklim. Di sini, siswa bekerja sama untuk menyusun resolusi bagi setiap isu yang dibahas.


Hari Keempat: Debat Seru dan Diskusi Santai 

Pada hari keempat, siswa mengikuti debat formal di mana setiap delegasi mempresentasikan pandangan negaranya. Setelah debat yang cukup menegangkan, ada sesi diskusi nonformal yang lebih santai, di mana mereka bisa berdialog lebih bebas dan berkolaborasi antar negara untuk menemukan solusi terbaik.


Hari Kelima: Musyawarah & Penutupan 

Di hari terakhir, para delegasi berkumpul untuk bermusyawarah menentukan resolusi terbaik terhadap isu yang telah dibahas. Setelah itu, kegiatan P5 ini ditutup dengan pemberian penghargaan untuk delegasi terbaik yang berhasil didapatkan oleh Abigail Julietta Prasetyo dari kelas X, negara terbaik yang berhasil didapatkan oleh kelompok negara Amerika Serikat, dan aliansi negara dengan kerja sama terbaik yang berhasil didapatkan oleh aliansi MSA (Myanmar, Sudan, dan Afganistan). Ketiga penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil pengamatan oleh guru yang dilakukan selama P5 berlangsung, mulai dari proses diskusi, pidato, serta kemampuan berpikir kritis dan kerja sama antar delegasi. Aspek-aspek ini menjadi tolok ukur utama dalam menilai delegasi yang mampu tampil luar biasa di sepanjang simulasi sidang PBB.


Pentingnya Berwawasan Global

Dengan terlibat dalam simulasi ini, siswa SMA Mutiara Persada belajar menyuarakan aspirasi dan memahami pandangan dari berbagai negara terkait isu-isu penting dunia. Mereka diharapkan mampu mengasah kemampuan diplomasi dan empati dalam memahami permasalahan global.


Kami percaya bahwa kegiatan ini merupakan terobosan baru dalam pelaksanaan P5 dengan tema "Suara Demokrasi." Simulasi sidang PBB sebagai bagian dari P5 ini merupakan langkah inovatif yang diambil oleh SMA Mutiara Persada, dan kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan interaktif.