News Detail

Outdoor Learning: Recalling History

Outdoor Learning: Recalling History

  • August 19, 2024

Yogyakarta, 19 Agustus 2024 – SMP Mutiara Persada melaksanakan kunjungan ke tiga lokasi eduakasi di Yogyakarta sebagai bentuk kegiatan Outdoor Learning: Taman Pintar, Benteng Vandenburgh, dan Museum Dirgantara. Outdoor Learning merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas yang bertujuan menambah variasi pembelajaran. Variasi pembelajaran ini diperlukan untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan, serta mengajak anak untuk berpikir lebih luas hingga keluar ruang kelas. Pada kegiatan ini, para siswa SMP Mutiara Persada dibagi ke dalam kelompok ke tiga berdasarkan tingkat kelas. Pengelompokan ini diperlukan untuk mengefisienkan waktu kunjungan. Siswa dan guru telah sampai di lokasi pada pukul 08.00, lantas kegiatan selesai sekitar pukul 12.00. Setiap kelompok akan diberi lembar kerja yang berbeda untuk memastikan kegiatan outdoor learning tetap terarah.


Taman Pintar: Visiting the Ancient Era

Kunjungan ke Taman Pintar diikuti oleh Kelas 8 Diamond, 8 Crystal, dam 8 Sapphire. Taman Pintar memang sudah terkenal sebagai wahana edukasi yang memberikan kesempatan pengunjung untuk melakukan berbagai aktivitas sains. Akan tetapi para siswa SMP Mutiara melakukan kunjugan untuk mengintip suasana pada zaman purba dan zaman pra-aksara. Pada interaksi pertama, para siswa dapat berinteraksi dengan miniatur dinosaurus yang bergerak, serta raplika telur dinosaurus patung manusia purba. Patung-patung tersebut menceritakan cara manusia purba bertahan hidup di setiap zaman, kegiatan keseharian mereka, dan teknologi pada masa itu.  Tidak hanya masa pra-aksara, para siswa juga mengamati masa lampau pada miniatur tempat ibadah yang telah berdiri dari dahulu dan masih kokoh hingga kini. Para siswa mengamati tempat ibadah seperti Candi Borobudur dan candi-candi lainnya.

I should show this to Mom!” ujar Damara, siswi kelas 8 Diamond, bersemangat untuk menunjukan hasil temuannya kepada keluarganya.

Selain replika dan miniatur, terdapat juga beragam gim mengenai masa lampau di Taman Pintar. Para siswa memainkan permainan yang sekaligus dapat mengajarkan mereka tentang berbagai tokoh wayang di Indonesia. Tidak hanya mengamati, para siswa juga berkesempatan untuk mencoba dan mempraktikkan berbagai wahana salah satunya permaianan atau game mengenai pertarungan wayang di masa lampau.


Benteng Vredeburg: Diorama of Indonesia History

Memutar waktu menuju momen-momen bersejarah, bertemu dengan para tokoh penting Indonesia, serta menilik replika senjata-senjata para pejuang kemerdekaan, merupakan sebagian dari kegiatan yang dapat dilakukan saat para siswa berkunjung ke Benteng Vredeburg. Di sini para siswa SMP Mutiara Persada diajak untuk membuka kembali lembar sejarah Indonesia, kembali ke masa-masa penjajahan dan perjuangan kemerdekaan. Kunjungan di lokasi kedua ini diikuti oleh kelas, 9 Everst dan 9 Alverstone.

“Miniatur di sana unik-unik dan banyak banget. Jadi berasa liat kejadian yang dulu banget di depan mata,” ungkap Odell, siswi kelas 9 Everst.

Benteng Vredeburg tidak hanya menyajikan kumpulan foto, gambar, dan miniatur momen bersejarah, tetapi juga menyediakan papan penjelasan akan kejadian tersebut, penjelasan ini memiliki dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Terdapat juga penjelasan berbentuk video di sebelah replika momen tersebut, yang dapat diputar oleh para siswa SMP Mutiara Persada.

Beberapa miniatur dan foto momen bersejarah yang dapat dilihat oleh para siswa pada awal perjalanan tur di Benteng Vredeburg ialah: Kongres Boedi Oetomo, Penyusun Strategi Perlawanan terhadap Belanda di Gua Selarong oleh Pangeran Diponogoro, Pemogokan Kaum Buruh Pabrik Gula di Sekitar Yogyakarta. Selain kejadian bersejarah, ada pula beberapa replika: replika Badhil dan Pedang, Replika Duaja Wanita Tamansiswa, Replika Baju Goni. Benteng Vredeburg juga menampilkan sejarah berdirinya organisasi di Indonesia: Organisasi Tamansiswa. Selain museum, Benteng Vredeburg juga memiliki ruang perpustakaan yang dapat diakses online, tetapi tidak menyediakan sirkulasi peminjaman dan hanya dapat dibaca di tempat.


Museum Dirgantara: The Wind Rises  

Kunjungan ke Museum Dirgantara kali ini diikuti oleh para siswa kelas 7 Acturus, 7 Canopus, dan 7 Sirius. Museum ini menyajikan kisah lebih modern dibanding dua lokasi lainnya. Di Museum Dirgantara para siswa diajak untuk belajar dan mengikuti perkembangan teknologi penerbangan Indonesia, melihat langsung berbagai model pesawat bersejarah dan modern, serta belajar tentang aerodinamika.

Selain melihat model pesawat yang terparkir diam di museum, para siswa SMP Mutiara Persada pun melakukan aktivitas interaktif seperti mencoba simulasi penerbangan. Siswa dapat merasakan pengalaman menjadi pilot, mengendalikan pesawat dalam kondisi yang mirip dengan situasi nyata, dan belajar tentang navigasi. Para siswa pun dapat mencoba berbagai alat navigasi atau melakukan eksperimen sederhana yang menunjukan prinsip aerodinamika.

“Seru banget tadi masuk ke pesawat. Sering sih naik pesawat, tapi ini kan bukan pesawat komersial biasa. Model pesawatnya juga banyak banget!” ungkap Ida Bagus dari kelas 7 Canopus.

Berbagai pengalaman hands-on ini membuat para siswa menjadi bersemangat dan menyukai kegiatan outdoor learning di Museum Dirgantara. Di akhir kegiatan, para siswa berkumpul bersama selagi menunggu para orang tua untuk menjemput mereka. Sebagian dari mereka masih mengerjakan lembar kerja yang diberikan oleh guru, sebagian lain telah mengumpulkan kertas tersebut. Di sela waktu menunggu, para siswa pun bercengkerama, berbagi pengalaman mereka di outdoor learning ini. Kegiatan Outdoor Learning di Taman Pintar, Benteng Vandenburgh, dan Museum Dirgantara ini merupakan langkah positif SMP Mutiara Persada dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat lebih termotivasi untuk terus belajar dan mencintai ilmu pengetahuan serta budaya.